Jakarta Hajatan: Lanjutkan Tradisi Anies Baswedan Soal Peneyebutan HUT Jakarta

Sejarah  
Lithography Pelabuhan Sunda Kalapa XV M.
Lithography Pelabuhan Sunda Kalapa XV M.

Oleh: Ridwan Saidi, Politisi Senior, Sejarawan, dan Budayawan Betawi.

Sebenarnya tahun 2021 Gub Anies Baswedan juga tidak gunakan kata HUT Jakarta lagi. Tahun ini konsepnya lebih jelas Jakarta Hajatan diadakan tidak mesti tanggal 22 Juni. Biarlah itu jadi tanggal HUT Piagam Jakarta. Anies selenggarakan Jakarta Hajatan tahun ini 24 dan 25 Mei 2022.

Dalam pertemuan saya dengan Cagub Anies di rumah saya tahun 2018 saya menyatakan penolakan saya atas HUT Jakarta yang dikatakan lahir 22 Juni 1527 oleh Prof Sukamto SH, ahli hukum adat.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Sukamto dipercaya mengkaji HUT Jakarta oleh Walkot Sudiro pada tahun 1956. Kajian Sukamto didasarkan kitab-kitab Babad. Tanggal dan tahun ditetapkan dengan hitung-hitungan mistik (lihat Jakarta 429 tahun, 1956).

Pertemuan saya kedua dengan Gub Anies pada 22 Juni 2019 di Balai Kota saat taggal itu dirayakan, tapi bukan sebagai HUT.

Ny Anies minta saya temui Gub Anies jelang Anies memasuki ruang perayaan. Saya katakan pada Anies untuk tidak sebut-sebut kata2 HUT Jakarta dan nama Pate Hila. Kalau anda OK, saya cium tangan anda. Dalam pidato Anies penuhi request saya. Ketika Anis turun mimbar saya cium tangannya.

Selama era Demokrasi Terpimpin tak ada perayaan HUT DKI. Sebelumnya tahun 1958 Walkot Sudiro rayakan di Gedung Bioskop Garden Hall Cikini.

Dasar penolakan saya atas HUT DKI 22 Juni:

1. 1485 Juan Barros transkrip toponim native Majakatera (land of power) menjadi Jacaterra.

2. 1512 Tom Pires ubah lagi ejaan menjadi Iacatra atau Jacatra.

3. 23 Agustus 1521 ditandatangani kesepakatan Syahbandar Sunda Kalapa bersama Patih Majakatera dengan Portugis tentamg pembanguan labuhan Kalapa II, karena yang Iabuhan I diterjang rob . Kerajaan Sunda avalis dalam kesepakatan ini.

4. 1522-1540 pembanguan labuhan Kalapa II. Dalam time frame ini tidak ada perang apa pun di Jakarta.

5. Jakarta tidak pernah dikuasai kesultanan Banten, Portugis, apalagi Pate Hila orang yang tak jelas muasualnya.

6. Nama Jakarta tak ada kaitan dengan "pangeran" Jayakarta yang baru muncul 1610 (re: van der Zee, de Stad van Coen, 1922). Pada tahun itu juga Jayakarta digebah pasukan Betawi.

Saya sambut Jakarta Hajatan. Kepada PLT Gub atau Gub definitive mendatang lanjutkan tradisi yang dirintis Anies karena punya akar sejarah dan peradaban Betawi yang kuat.

Betawi artinya gerbang, ini bahasa Armen yang meresap dalam kosa kata Samarkandi dan dibawa kesini oleh migran Samarkand sejak IX M. Baca: (Ensiklopedia Persia) biografi Layth Abu Nashr bin Ibrahim al Samarkandi alias Mu'alim Teko, wafat dan dimakam di Kapuk Teko Jakarta Bart pada tahun 983 M. RSaidi

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image