Bike to Makkah: Terhalang Masuk Malaysia dari Aceh karena Pandemi

Agama  
Tahja Umar Gunawan dengan sepedanya di halaman Masjid Baiturrahman Banda Aceh;
Tahja Umar Gunawan dengan sepedanya di halaman Masjid Baiturrahman Banda Aceh;

Oleh: Tjahja Gunawan, Jurnalis Senior dan Pendakwah.

Manusia berencana, Allah SWT yg mengatur dan menentukan. Saya berniat dan berencana pergi ke Tanah Suci dengan bersepeda.

Allah memberi jalan ke Tanah Suci dg pesawat. Niat #biketokmekah sudah dilaksanakan dengan bersepeda ke Pulau Sumatera bahkan hingga ke Banda Aceh-Sabang. Niat saya bersepeda ke Mekah juga sekaligus untuk silaturahim dan tadabur alam.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Alhamdulillah selama perjalanan bersepeda ke Sumatera selama 40 hari, banyak hikmah dan pelajaran yg saya dapatkan. Allah SWT memberi kenikmatan kepada saya dalam perjalanan ini. Disamping bisa melihat obyek-obyek wisata dan daerah-daerah yang eksotik, saya juga banyak dipertemukan dg orang-orang baik di sepanjang perjalanan. Banyak bertemu dengan orang-orang baru secara tak terduga dan tanpa rencana, yang telah memudahkan perjalanan ini.

Seharusnya saya sudah bisa nyebrang ke Malaysia melalui Dumai, Batam, atau pelabuhan Tanjung Balai Asahan di Sumut, tapi sampai sekarang negara tersebut masih belum membolehkan pelancong masuk ke Malaysia. Di saat yg sama, sepeda elektrik (e-bike) yang saya gunakan rusak Drive Unitnya ketika saya sudah gowes sampai Sidikalang Sumut. Bagian penting e-bike ini rupanya harus diganti setiap menempuh jarak 2.500 km. Sementara jarak tempuh jakarta-Mekah sktr 15.000 Km.

Obstacle tersebut sungguh memberi hikmah tersendiri. Karena kemudian Allah SWT memberi petunjuk dan jalan pada saya untuk pergi ke Tanah Suci tanpa sepeda tapi dengan pesawat. Alhamdulillah, saya berkesempatan ikut umroh. Saya berangkat Sabtu 5 Maret 2022. Skenario Allah SWT ini sangat indah. Betapa tidak, saya berangkat umroh ini dengan menggunakan dana fii sabilillah.

Dana tersebut merupakan sumbangan dari para hamba Allah. Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan mereka semua. Di antara para hamba Allah tersebut ada yg saya kenal tapi ada juga yang baru saya kenal. Ada yang transfer, ada juga yang memberikan sumbangannya saat bertemu. Bahkan ada juga yg sengaja "mencegat" Saya di tengah jalanan. Mereka meminta dido'akan agar bisa pergi ke Makkah. Masya Allah Tabarakalloh.

Insya Allah, di tempat-tempat mustajab di Tanah Suci nanti saya akan mendo'akan para sahabat yg mempunyai hajat khusus.

Alhamdulillah sekrang sudah kembali dari tanah suci sejak 17 Maret 2022 lalu. Nikmat dan karunia Allah tidak putus-putusntanya menyertai perjalanan saya ke Tanah Suci. Sebelumnya begitu tiba di Madinah Sabtu 5 Maret 2022, atas izin Allah SWT pihak Kerajaan Saudi Arabia (KSA) MENIADAKAN karantina, PCR, dan Social Distancing. Saya sering nangis terharu manakala mengingat semua kenikmatan-kenikmatan yang telah Allah berikan.

Ketika saya sedang berada di Tanah Suci, PM Malaysia baru mengumumkan pelancong boleh masuk negeri itu mulai 1 April 2022.

Semoga para sahabat Muslim bisa mendapat undangan Allah untuk pergi ke Tanah Suci. Aamiin yaa robbal alamin. Sepeda, pesawat, atau kapal laut hanya alat menuju Tanah Suci. Allah SWT bisa memperjalankan hambaNya ke Tanah Suci dengan berbagai cara. Yang jelas, saya diperjalankan Allah ke Tanah Suci dengan cara yang indah dan nikmat.

Barokalloh fiikum.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image