40 Tahun Perang Malvinas: Dari Obsesi Galtieri Sampai Pidato Retoris Diego Maradona

Sejarah  
Mardona ketika mencetak gol dengan tangan ke gawang Inggris pada Pilada Dunia 1996. Dalam pertandingan itu di ruang ganti memotivasi teman-temannya dengan seruan 'perang' melawan Inggris layaknya perang Malvinas.
Mardona ketika mencetak gol dengan tangan ke gawang Inggris pada Pilada Dunia 1996. Dalam pertandingan itu di ruang ganti memotivasi teman-temannya dengan seruan 'perang' melawan Inggris layaknya perang Malvinas.

Hari ini, 40 tahun lalu, Perang Falklands atau Perang Malvinas berakhir. Tentara Argentina berjalan pelan dengan dua tangan atas, atau di belakang kepala, dan di belakangnya tentara Inggris mengawasi dengan moncong senjata siap tembak.

Situasi itu terjadi hanya empat bulan setelah Argentina merayakan pesta kemenangan dalam perempuran kecil melawan segelintir tentara Inggris untuk merebut Pulau Falklands. Di Argentina, rakyat yang tercekik kesulitan ekonomi, sejenak melupakan perut yang lapar dan memuji Jenderal Leopoldo Galtieri.

Kesulitan ekonomi yang menimbulkan kebodohan massal membuat rakyat Argentina lupa betapa mereka baru saja memulai perang, bukan memenangkannya. Rakyat membiarkan dirinya menjadi korban bohong tentang kemampuan tentara dan persenjataan Argentina. Kebohongan penguasa yang akhirnya menjadi bencana.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image