Inilah 10 Skandal Besar Presiden AS dan Pasca Jatuhnya Richard Nixon

Politik  
Monica Lewinsky dan Bill Clinton
Monica Lewinsky dan Bill Clinton

Setengah abad setelah skandal Watergate yang menjatuhkan Richard Nixon dari kursi presiden, politik AS masih diwarnai berbagai skandal yang ramai dibicarakan dunia.

Setidaknya terdapat sepuluh skandal yang mengemuka tapi tidak ada yang menjatuhkan presiden dari kursi kepresidenan. Berikut 10 skandal pasca Watergate.

Koreagate dan Billygate

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Setelah mengambil alih Gedung Putih dari Gerald Frod, Presiden Jimmy Carter menghadapi masalah. Tahun 1976, Park Tong-sun — pengusaha Korea Selatan (Korsel) dan pelobi Washington — didakwa menyuap anggota Kongres antara 100 ribu sampai 200 ribu dolar AS untuk kepentingan politik. Salah satunya membalikan keputusan Presiden Nixon untuk menarik pasukan AS dari Korsel.

Park bekerja untuk direktur Badan Intelejen Korsel (KCIA) Kim Hyong-uk, yang bertindak atas perintah PM Chung Il-kwon. Korsel saat itu dipimpin diktator Park Chung-hee.

Park menghindari penuntutan dengan menyerahkan saksi negara. Richard T Hanna, perwakilan Partai Demokrat California, mengaku bersalah dan menjalani satu tahun penjara. Namun, Otto Passman — anggota Kongres dari Louisiana dan sesama terdakwa — dibebaskan.

Kim Hyong-uk menghilang di Paris tahun 1979, beberapa bulan setelah menerbitkan memoarnya. Ada desas-desus dia diculik agen Korsel dan diselundupkan kembali ke Seoul, dan Presiden Park Chung-hee mengeksekusinya di ruang bawah tanah Blue House, istana kepresidenan.

Billy Carter, saudara laki-laki Jimmy Carter, memimpin delegasi dari negar bagian Georgia tahun 1978-1979 ke Libya. Di Libya, Billy dipinjamkan uang 220 ribu pound. Edwin P Wilson, agen CIA, mengaku melihat telegram yang menyatakan pemerintah revolusioner Libya telah membayar saudara laki-laki Jimmy Carter 2 juta dolar AS.

Sebagai peminum berat, Billy meluncurkan bir dengan kadar alkohol tinggi. Ia juga memproduksi Peanut Lolita, minuman pencuci mulut yang menyeramkan, dan terlibat dalam kampanye Jimmy Carter.

Skandal Iran-Contra

Menghadapi pemungutan suara Kongres agar AS membantasi pengeluaran untuk Contras, gerilyawan yang melawan pemerintahan Sandinista di Nikaragua, Ronald Reagan mencari cara rahasia. Reagan tidak peduli dengan kabat Contras sangat kejam. Yang penting adagalah bagaimana tetap mempersenjatai mereka untuk melawan Sandinista.

Kolonel Oliver North, anggota Dewan Keamanan Nasional, diberi tugas menyelundupkan rudal anti-tank TOW dan rudal permukaan ke udara HAWK ke Iran. Padahal, Iran adalah musuh AS dan berstatus diembargo. Uang hasil penjualan itu disalurkan ke Contras.

Skandal terungkap tahun 1986. North dihukum tahun 1989 karena mengutip uang hasil penjualan. Ia juga terkena tuduhan menghalangi penyelidikan.

Hukumannya ditangguhkan selama tiga tahun. Sosok lain yang didakwa terlibat skandal ini adalah Menhan Caspar Weinberger. Lainnya adalah Elliot Abrams, yang kemudian ditunjuk Donald Trump sebagai utusan AS untuk Venezuela.

Tahun 1993 semua terdakwa diampuni oleh George W Bush, yang merupakan wakil Presiden Ronald Reagan saat skandal Iran-Contra berlangsung. Dua penyelidikan menyatakan Reagan tidak mengetahui penjualan senjata ke Iran, meski catatan tertulis Weinberger menunjukan Reagan tahu penjualan senjata ke elemn demokrat.

North kemudian terpilih sebagai presiden Asosiasi Senapan Nasional, dan menjabat dari 2018-2019.

Bill Clinton-Monica Lewinsky

Dua masa jabatan Bill Clinton dibayangi cerita cabul perselingkuhannya dengan pegawai magang Monica Lewinsky. Ceritanya, Clinton dan Lewinsky melakukan oral seks di Ruang Oval.

Clinton lolos dari proses pemakzulan dan penyelidikan oleh penasehat independen Ken Starr, yang semula dibentuk untuk menyelidiki skandal real-estate Whitewater. Skandal ini juga melibatkan Bill dan Hillary Clinton.

Clinton mengakhiri jabatannya dengan memberi ratusan pengampunan, termasuk kepada Roger — adi tirinya yang berstransaksi kokain — dan penipu Marc Rich.

Memogate

George Bush Jr menjadi terkenal karena memerintahkan invasi ke Irak tahun 2003 karena klaim intelejen yang lemah. Bahwa, Presiden Saddam Hussein menimbun senjata kimia dan biologi. Kongres AS menjadikan dirinya bagian dari kejahatan dengan mendukung perang.

Lebih memalukan lagi adalah klaim Bush Jr adalah chickenhawk, yang menghindari wajib militer yang harus berangkat ke Perang Vietnam. Ia memilih menjadi pelayan di Texas Air National Guard 1968-1974.

Catatan menunjukan Bush Jr mengambil waktu keluar dari angkatan udara teritorial tahun 1972 untuk ikut berkampanye memenangkan Winton M Blount dari Alabama. Kampanye yang gagal, dan Blount tak pernah jadi anggota senat.

Semua itu dilakukan Bush setelah gagal mendapatkan ijin terbang karena menghindari pemeirksaan fisik.

September 2004, dua bulan sebelum pemilihan presiden, pembaca acara CBS 60 Minutes Dan Almost mengaku mendapat surat dari Letkol Jerry B Killian, komandan skuadron Bush, yang mengaku dipaksa memberikan nilai yang baik kepad Bush dalam evaluasi tahunan.

Keaslian surat itu dipertanyakan, dan CBS meminta maaf. Namun, label chickenhawk alias si pengecut tetap melekat pada diri Bush Jr. John Kerry, pesaing Bush Jr dari Partai Demokrat, juga pengecu.

WikiLeaks

April 2010, situs whistleblowing tiba-tiba ngetop dengan rilis rekaman helikopter AS di Baghdad yang menembak 12 warga sipil, termasuk wartawan irak yang bekerja untuk Reuters, tahun 2007. Berikutnya, situs merilis lebih banyak dokumen militer AS yang menggambarkan kekejaman serdadu AS di Irak.

Pembalasan Washington berlangsung cepat. Chelsea Manning, analis intelejen Angkatan Darat AS, ditangkap, diadili, dan dijatuhi hukuman 35 tahun penjara oleh pengadilan militer tahun 2013. Manning diampuni oleh Barrack Obama tahun 2017 tapi dipenjara lagi karena penghinaan terhadap pengadilan.

Julian Assange dikejar. Tahun 2010 ia menghadapi tuduhan perkosaan di Swedia. Sejak tuduhan itu mengemuka, Assange tinggal di Inggris saat sidang ekstradisi berlanjut.

Ia diberikan suaka di Kedubes Ekuador di London tahun 2012 setelah bandingnya ditolak. Tahun 2019, Lenin Moreno menjadi persiden Ekuador, dan Assange diusir dari Kedubes Ekuador di Lonton.

Kini, Assange mendekam di penjara berkeamanan tinggi Belmarsh. AS memulai lagi proses ekstradisinya. Pada peringatan 50 Tahun Watergate, Mendagri Inggris Priti Patel menyetujui ekstradisi Assange.

NSA Mengintip

Edward Snowden, pelapor Badan Keamanan Nasional (NSA), meninggalkan agensi dan AS tahun 2013, atau sebelum membocorkan puluhan ribu dokumen rahasia kepada Glenn Greenwald — pendiri The Intercept — dan jurnalis lainnya.

Inti pengungkapan Snowden adalah NSA memaksa perusahaan telekomuniasi menyerahkan catatan jutaan metadata pengguna, termasuk daftar nomor yang dihubungi dan durasi panggilan, sebagai latihan pengintaian massal.

Pengadilan Federal AS tahun 2020 memutuskan pengintaian NSA adalah ilegal dan berpotensi inkonstitusional, tapi Snowden tak berani kembali ke AS dan berada di pengasingan di Rusia.

Server Email Hillary Clinton

Hillary Clinton ingin menunjukan kepada publik AS, bahwa yang cerdas itu dirinya, bukan Bill Clinton. Ada satu cerita yang menggambarkan bahwa Bill Clinton tidak akan jadi presiden AS jika istrinya bukan dia.

Ambisi Clinton dihancurkan Barrack Obama di pemilihan pendahuluan 2008. Namun ia menerima jabatan hiburan sebagai menteri luar negeri.

Masalah muncul ketika dia memutuskan memasang server email pribadi di ruang bawah tanah rumahnya. Dari sini dia mengirim email Departemen Luar Negeri, yang berpotensi berisi informasi rahasia dan melanggar hukum federal.

Hillary mundur tahun 2013 untuk mempersiapkan kampanye pemilihan presiden 2016. Donald Trump, pesaingnya, fokus pengungkapan server email Hillary. Trump mengusung sloban ‘kunci dia’.

Direktur FBI James Comey meluncurkan penyelidikan terlambat pada 2015, setahun setelah kekhawatiran kali pertama diangkat oleh staf Departemen Luar Negeri. Namun saat itu 31 ribu email, yang mungkin berisi bukti kesalahan telah dihapus permanen dari server Hillary.

Russia Gate dan Steele Dossier

Sekali lagi Hillary Clinton gagal jadi presiden. Kali ini ia dipecundangi Donald Trump. Padahal, kemenangan seolah telah di tangan Hillary, terutama setelah pidato ‘keranjang tercela’ yang membawa bencana.

Dalam debat, Hillary menggunakan isu hubungan Trump dengan bank Rusia. Hillary mempekerjakan pensiunan mata-mata Inggris Christopher Steele untuk mengacak file yang penuh tuduhan skandal terhadap Trump.

Berkas Steele berisi klaim yang tidak pernah dibuktikan, bahwa Trump menyewa suite eksklusif tempat Barrack dan Michale Obama tidur. Mereka membayar dua pelacur untuk buang air kecil di tempat tidur di depannya.

Setelah gagal menyelidiki server Hillary tepat waktu, James Comey meluncurkan operasi Crossfire Hurricane sebagai tanggapan atas klaim Partai Demokrat bahwa Trump menang berkat kolusi Rusia dan peretasan pemilihan.

Trump memecat Comey tahun 2018, yang memicu tuduhan sang presiden menghalangi keadilan terhadap dirinya. Penyelidikan mengarah ke panasehat khusus Robert Mueller.

Trump terus mengangkat Russiagate sebagai bukti konspirasi negara melawan jabatan kepresidenannya.

Laptop Neraka Hunter Biden

Kejutan Oktober dalam pemilihan presiden 2020 sangat menarik; laptop komputer ditinggalkan oleh Hunter Biden — putra kandidat Partai Demokrat Joe Biden — di sebuah bengkel di Delaware.

Hard-drive laptop berisi segudang email memberatkan, yang menyarankan pembayaran tunai untuk membeli pengaruh orang-orang besar. Ada juga foto Hunter Biden menghisap kokain dan telanjang dengan pelacur.

Hunter kali pertama menjadi sorotan ketika diangkat sebagai dewan direktur Burisma, perusahaan gas Ukraina, setelah kudeta Maidan Square 2014 yang didukung pemerintah Obama. Saat itu, Joe Biden adalah wakil presiden.

Biden turun tangan untuk memaksa Kiev memecat jaksa agung Viktor Shokin, ketika meluncurkan penyelidikan terhadap Burisma.

Namun, skandal utamanya bukan itu, tapi bagaimana pers arus utama dan situs media sosial menahan cerita itu sampai setelah pemilihan presiden selesai. Twitter dan Facebook memblokir posting tautan tentang Hunter Biden.

Klaim Kecurangan Pemilu 2020 dan Kerusuhan Capitol

Donald Trump nggak mau kalah. Atau tidak bisa menerima kenyataan dirinya dikalahkan Joe Biden. Sepanjang kampanye Trump menduuh pihak berwenang mempersiapkan alasan mencuri pemilihan.

Trump mendesak Mike Pence, wakil presiden, untuk mengizinkan Kongres mengirim perhitungan perguruan tinggi dan pemilihan ulang di masing-masing negara bagian, untuk kemungkinan desertifikasi — sebuah langkah panjang tapi sedara tekniks konstitusional.

Pence enggan melakukannya. Trump menyeru unjuk rasa bertema ‘Hentikan Pencurian’ di depan Gedung Putih pada 6 Januari 2021, saat hasil pemilihan ditetapkan untuk dikonfirmasi. Sebanyak 200 ribu orang hadir, tapi beberapa ratus pengunjuk rasa berhenti di luar Gedung Capitol, tempat Kongres.

Fakta dan peristiwa sekitar pendudukan Capitol Hill terus diperdebatkan. Petugas Polisi Capitol Hill berkelahi dengan pengunjuk rasa di depan gedung, yang lain menjaga pintu belaknag, membuka, dan membiarkan pengunjuk rasa masuk.

Senator dan perwakilan dievakuasi ke bunker bawah tanah saat pengunjuk rasa berkeliaran di ruang senat yang kosong. Satu-satunya kematian yang dikonfirmasi menimpa veteran AU AS bernama Ashli Babbitt. Ia tidak bersenjata tapi ditembak mati oleh Letnan USCP Michael Byrd ketika mencoba memanjat jendela menuju lobi Kongres.

Sekitar 18 bulan kemudian, ratusan orang yang didakwa atas pendudukan Capitol Hill masih mendekam di penjara, menunggu persidangan. Satu pengunjuk rasa bunuh diri di dalam tahanan.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image