Ingat Lagu Zaman Wis Akhir Koes Plus Kala Terjadi Gempa Bumi

Musik  
Album Kasidah Koes Plus pada tahun 1974
Album Kasidah Koes Plus pada tahun 1974

Ketika kemarin sore gempa bumi kembali menggoyang ibu kota selain melakukan istighfar, ingatan ini langsung iertingat kenangan masa kecil lagu 'Zaman Wis Akhir' (Zamah Sudah Akhir' dari grup musik legendaris Koes Plus. Lagu itu ciotaan penabuh drum grup ini, Murry (Kasmuri).

Lagu Zaman Wis Akhir dinyanyikan secara koor oleh Toony Koeswoyo, Yon Koeswoyo, dan Murry. Lagu ini berada pada urutan kelima dalam Album Qasidahan Bersama Koes Plus. Lagu ini di rilis perusahaan rekaman Remaco tahun 1974.

Pada dekade itu, popularitas dan kreativitas Koes Plus berada dalam puncak. Mereka setahun bisa bikin rekaman hingga 12 album atau rata-rata satu bulansatu album. Kala itu Koes Plus menjadi tambang emasnya Remaco.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Bagi Koes Plus membuat rekaman lagu kasidah ini juga terpicu atas kesuksesan Trio Bimbo, sebuah grup kugiran musik dari Bandung. Kala itu grup ini ngetop ketika mengeluarkan album kasidah berjudul 'Ada Anak Bertanya Pada Babak'. Lagu dalam album itu melegenda sampai sekarang.

Namun berbeda dengan Bimbo yang terpengaruh musik ala Amerika Latin, Koes Plus merekam lagunya dengan memainkan aransemennya dengan dominasi perkusi ala gambus Arab, yakni rebana. Bedanya dalam musik qasidah ini Yon Koeswoyo yang biasa memainkan bas, tak menggunakannya. Kata Yon, "Bas tak perlu dipakai karena bunyi rebana sudah memakai bas. Jadi bas jadi gak perlu."

Mengapa lagu ini menarik, Karena syair lagu ini berisi petuah berbahasa Jawa ngoko (sehari-hari) dengan aksen Jawa Timur. Ini masuk akal kalau tiga Koeswoyo bersaudara itu beral dari Tuban dan Murry berasal dari Surabaya. Lagu ini terasa bernas karena menyerukan manusia harus eling ketika terjadi banyak bumi bergoyang alias gempa bumi. Ini pertanda sebagai datangnya zaman akhir.

Muri dan Koes plun menasehati bila manusia tak perlu bingung. Ini karena semuanya pasti akan mati. Maka lebih baik melakukan shalat atau sembahyang. Selain itu karena hidup di zaman akhir manusia tak perlu sombong dan harus 'eling' (ingat) kepada Illahi.

Lengkapnya lirik lagu zaman akhir itu begini:

Jaman wis akhir, jaman wis akhir

Bumine goyang

Jaman wis akhir, jaman wis akhir

Bumine goyang

Ketimbang nangis, ketimbang nangis

Anggur sembahyang

Ketimbang nangis, ketimbang nangis

Anggur sembahyang

Dadi wong urip dadi wong urip

Jo sombong sombong

Dadi wong urip dadi wong urip

Jo sombong sombong

Podho elingo, podho elingo

Kabeh menungso

Podho elingo, podho elingo

Kabeh menungso

Kabeh wis mesti, kabeh wis mesti

Bakale mati

Kabeh wis mesti, kabeh wis mesti

Bakale mati

Ayo do muji, ayo do muji

Marang Illahi

Ayo do muji, ayo do muji

Marang Illahi

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image