Ingat Umrah Ramadhan dan Haji, Terkenang Lagu Ebiet G Ade: Di Sudut Rumah-Mu

Musik  
Ebiet G Ade awal 1980-an.
Ebiet G Ade awal 1980-an.

Mendekati bulan Ramadhan dan setelah itu bulan haji, kiranya ada satu yang tak bisa dilewatkan terkait perenungan diri seorang hamba Allah di depan Kabah. Ali Syariati mengatakan: Tuhan memang tidak ada di sana (Ka’bah), sebab yang ada dan bisa kau temui hanyalah jejaknya. Perenungan ini sangat penting sebab pada bulan Ramadhan inilah selain sebagai masa puncak umrah, haji sudah mulai dipersiapkan. Ini makin penting karena setelah Ramadhan dan pada awal Syawal (sebelum masa pandemi) Makkah mulai dikosongkan bagi peziarah umrah.

Nah, Ebiet G Ade (Abid Ghoffar bin Aboe Dja'far) seorang penyanyi legedaris Indonesia ternyata punya lagu khusus soal hubungan emosionalnya ketika berdoa di depan Multazam di Masjidil Haram. Ebiet yang semenjak awal kariernya di tahun 1979 menyatakan diri sebagai seorang Muslim dan berasal dari keluarga Muslim, menggambarkan suasana kebatinan itu dengan sebuah lagu yang diberi judul ‘Di Sudut Rumah-Mu’.

Dalam sebuah perbincangan, beberapa waktu silam, Ebiet menceritakan betapa lagu ini sudah tersimpan atau direkam begitu lama. Bahkan, beberapa syair dan melodinya sudah ditambahkan dan diseleraskan.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

‘’Lagu itu sebenarnya lagu lama. Memang sengaja saya simpan sampai kemudian datang waktunya yang saya rasa tepat kalau lagu ini diperdengarkan ke publik,’’ katanya Ebiet pada sebuah perbincangan di suatu sore di rumahnya di kawasan Jagakarsa, jakarta Selatan.

Lagu ‘Di Sudut RumahMu’ ini kemudian dipublikasikan di dalam album ‘Serenade’ (album spesial ketika Ebiet memperingati hari ulang tahun perkawinannya bersama isteri tercintanya, Yayuk Sugianto). Serenade adalah album ke-22 yang diproduksi oleh Ega Productions yang dirilis 31 Desember 2013

Sebenarnya lagu ‘Di Sudut Rumah-MU’ ini pun sudah lama diperdengarkan ke publik. Misalnya, di pertengahan dekade awal 1990-an, Ebiet menyanyikan lagu ini dalam sebuah acara memperingati Nuzulul Quran di auditorium RRI Yogyakarta. Ebiet saat itu tampil bersama penyair Sutardji C Bachri. Seperti biasa, Ebiet menyanyikan lagu ini sembari memetik gitar akustiknya.

Syair lagu ‘Di Sudut Rumahmu’ memang menyentuh. Lagu ini menceritakan keharuan dan kepasrahan diri seorang Ebiet G Ade setelah melakukan tawaf memutari Ka’bah sebanyak tujuh putaran.

Di Sudut RumahMu

Ebiet G Ade

Disudut rumahMu aku bersujud

Seusai ber keliling tujuh putaran

Tubuhku aku pasrahkan

Jiwaku aku ikhlaskan

Di Multazam aku rentangkan doa

Memohon ampun dari timbunan dosa

Sujudku aku rekatkan

Airmataku tak tertahankan

Dan aku tumpahkan

Di sini,

Aku merasa kecil dan tak berarti

Ya Robbi tunjukkan

Kemana langkah mesti kubawa

Di sini,

Aku merasa tak berdaya

Menunggu uluran tanganMu

Melepaskan aku dari kesombongan

dan takabur

Tibalah saat aku harus pamit

Kukecup Hajar Aswad dengan hidmat

Dalam doaku semoga seluruh umat

Datang bersujud ke haribaanMu

Dan atas panggilanMu

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image