Apa Arti Turnamen All England dan Balap Motor Mandalika Bagi Rakyat Kecil

Olahraga  
Aksan dan Hendra yang ternyata menjadi olah ragawan idola rakyat kecil
Aksan dan Hendra yang ternyata menjadi olah ragawan idola rakyat kecil

Mungkin saat ini elit tengah kegirangan atas sukses balapan motor di Mandalika. Tapi ironinya dalam percakapan di media sosial sebagai salah satu indikasi sikap publik, yang terkenal bukan balapannya, namun pawang hujannya. Dalam perbicangan dengan para petani di desa mereka juga tak paham soal balapan motor itu. Mereka ternyata lebih paham turnamen badminton di Inggris: All England. Nama Moh Aksan dan Hendra Setiawan sangat mereka kenal dan banyak mengidolakannya.

Dan yang lebih menarik lagi, bagi rakyat kecil (terutama di Jawa) yang terbiasa hidup dalam kisah mistik, fenomena pawang hujan di sirkuit Mandalika tu menjadi lebih menarik perhatian ketimbang balapannya. Meskipun ada pemberitaan mengenai rekayasa cuaca di Mandalika sebagai hal kerja dari Tim Aangkata Udara TNI dan lembaga ilmiah lainnya, soal ini tak menarik bagi pembicaraan sehari-hari. Soal mistis di mata rakyat adalah paling top. Maka tak heran bila tayangan soal mistik masih laku dijual dalam televisi atau Youtube. Jumlah viewernya sangat lumayan.

Namun, bila di bandingkan dengan turnamen badminton di Inggris, Al England, perhatian publik terlihat jauh lebih besar. Karena ditanyangkan sebuah stasiun televisi semenjak babak penyisihan, warga sudah rela begadangan menonton pertandingan itu. Mereka tak hirau bila besok hari harus kerja keras, misalnya memanen padi yang sudah menguning. Mereka menontonnya sembari mengaso dan tiduran.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

''Indonesai memang jago di ganda kan? Tunggal putra dan putrinya masih payah. Belum muncul Susi Susanti dan Mia Audina baru. Hendra-Aksan mainnya keren. Sayang Aksan cedera sehingga harus kalah di final. Coba kalau mereka bugar, sangat susah dikalahkan. Lihat cara bertahan dan menyerangnya luar biasa. Cuma di final dia belum mujur saja,'' kata Natsir seorang buruh tani.

Bagi Natsir dan warga kecil lainnya, mereka jelas asing dengan nama-nama pembalap motor dari luar negeri yang kemarin di Mandalika. Di benak mereka hanya Valentino Rossi yang dikenalnya dan kebetulan tak ikut dalam balapan.

Aapalagi, karena balapan di Mandalika dilangsungkan di tengah hari, maka jarang warga petani yang menontonnya. Ini karena pada saat yang bersamaan mereka tengah sibuk memanen padi di sawah. Balapan Mandalika yang digelar di sirkuit megah dan riuh-rendah itu tak ditontonnya.

''Kami tak nonton karena sibuk di sawah. Lagi pula balapan kan olah raga orang gedean dan berduit. Kami bukan orang kantoran yang libur di hari minggu. Kami dari dulu bersama warga main badminton di rumah. Nama-nama legenda badminton Indonesia kami kenal. Legenda balap motor tak kami kenal, apalagi dia orang asing kan? Yang kami tahu hanya Valentino Rossi yang 'ngiklan' sepeda motor bareng si-Uhui Komeng itu,'' ujar Nasir lagi.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image