Mengenakan Genosida Muslim Bosnia: Kisah Ratco Mladic Serigala dari Serbia

Agama  
Keterangan Foto: Seorang wanita memegang plakat meminta keadilan bagi Bosnia di luar Den Haag Pidana Internasional PBB untuk Bekas Yugoslavia (UN ICTY), sebelum hakim PBB di Den Haag membuat keputusan.
Keterangan Foto: Seorang wanita memegang plakat meminta keadilan bagi Bosnia di luar Den Haag Pidana Internasional PBB untuk Bekas Yugoslavia (UN ICTY), sebelum hakim PBB di Den Haag membuat keputusan.

Hakim banding PBB pada pertengahan tahun 2021 telah menguatkan hukuman mantan kepala militer Serbia Bosnia Ratko Mladic untuk genosida dan pelanggaran lainnya selama perang Bosnia 1992-95. Putusan ini mengkonfirmasi hukuman seumur hidupnya.

Putusan yang jatuh pada Selasa (8/6/2021) oleh lima hakim di Mekanisme Residual Internasional PBB untuk Pengadilan Kriminal di Den Haag adalah final dan tidak dapat diajukan banding lebih lanjut.

Dua puluh enam tahun setelah pembantaian Srebrenica, keputusan itu mengakhiri persidangan genosida Bosnia terakhir di depan pengadilan. Hakim Ketua Prisca Matimba Nyambe dari Zambia mengatakan pengadilan menolak banding Mladic "secara keseluruhan".

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Itu juga menolak banding oleh jaksa penuntut atas pembebasan Mladic atas satu tuduhan genosida lainnya yang terkait dengan pembersihan etnis di awal perang.

Seperti dilansir Aljazeera, Mladic bergabung dengan mantan guru politiknya, mantan Presiden Serbia Bosnia Radovan Karadzic, dalam menjalani hukuman seumur hidup karena mendalangi pertumpahan darah etnis dalam perang Bosnia yang menewaskan lebih dari 100.000 orang dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image