Mengenang Sang Arjuna Mencari Cinta: Seperti Daun, Yudhis Runduk Pada Musim

Sastra  
Novel Arjuna Mencari CInta karya  Yudhistira Massardi. Novel ini sangat top di dekade 1970-an.
Novel Arjuna Mencari CInta karya Yudhistira Massardi. Novel ini sangat top di dekade 1970-an.

Oleh: Noorca M. Massardi, saudara kembar mendiang penyair Yudhistira Massardi

Yudhistira Massardi meninggal setelah merayakan ulang tahun ke-70 dengan peluncuran buku puisi. Aktif berkeliling membacakan puisi.

SENIN, 4 Maret 2024, Mbak Dini, ibu mertua sastrawan Yudhistira Ardi Nugraha Moelyana Massardi, meninggal. Saya dan Rayni, istri saya, tiba di rumah Yudhis—sapaan Yudhistira—pada pukul 11.20. Di ruang tamu, jenazah Mbak Dini terbujur di ruang tamu dan siap diberangkatkan ke masjid. Tapi Yudhis dan keluarga batihnya tidak tampak.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Kami diisyaratkan untuk masuk ke kamar Yudhis. Di dalamnya tampak Yudhis terbaring di tempat tidur. Tubuhnya menggigil hebat. Ia dikelilingi Siska, perempuan yang ia nikahi pada 1985, serta ketiga anaknya, Iga Dada Massardi, Matatiya Taya, dan Kafka Dikara. Mereka memijat dan menggosokkan minyak balur sambil tak henti membaca doa. Yudhis sendiri terus mendesah, “Dingin, dingin, dingin,” di tengah zikir dan napas yang tersengal-sengal. Slang oksigen masih terpasang di lubang hidungnya.

Saya syok berat. Kejadian dan pemandangan di rumah itu terasa sangat absurd dan surealistis. Di ruang tamu ada jenazah yang terbaring dan di sini saudara kembar saya sedang menggigil hebat. Mengingat kondisi dan kemampuan pompa jantungnya yang tinggal 40 persen, sebagaimana disampaikan dokter jantungnya, saya tak mampu membayangkan bila jantungnya berhenti berdenyut.

Namun perlahan-lahan kondisi Yudhis membaik. Dia lalu bangun dan meminta dibawa keluar. Ia duduk di kursi roda menghadap meja makan dan menyantap sedikit sajian makan siang. Yudhis masih bisa tersenyum dan kami sempat berfoto ria. “Semoga dia sabar dan ikhlas. Lo juga, Noor,” begitu pesan Jajang C. Noer via WhatsApp beberapa waktu kemudian. “Aku belum siap kehilangan,” saya menjawab. “Karena itu, gue bilang harus sabar dan ikhlas. C'est la vie. C'est notre vie,” kata Jajang lagi.

Beberapa bulan sebelumnya, saya dan Rayni bertemu dengan Yudhis dan Siska di sebuah kafe di fX, Senayan, Jakarta. Bersama Carry Nadeak dan Bambang Sulistyo, sahabat dari majalah Gatra, kami membahas rencana perhelatan “Perjalanan Cinta 70 Tahun Noorca & Yudhis”, yang rencananya digelar di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. Acara itu digagas Yudhis pada hari ulang tahun kami yang ke-69 pada 28 Februari 2023. Saya sesungguhnya tidak begitu antusias karena publik pembaca kami sudah menipis, terutama karena faktor usia. Generasi baby boomer dan gen X yang merupakan basis pembaca kami sudah tidak aktif lagi. Sedangkan gen Y dan terlebih lagi gen Z, yang tumbuh dan dibesarkan oleh gawai elektronik, nyaris tidak mengenal kami.

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image