Eddy Yusuf: Salah Satu Pemain Pembawa Thomas Cup Pertama ke Indonesia Ternyata Cucu Snouck Hurgronje

Sejarah  
Tulisan Mitsuo Nakamura 2017
Tulisan Mitsuo Nakamura 2017 "Bulan Sabit Terbit di atas Pohon Beringin" Penerbit Suara Muhammadiyah Yogyakarta hal 104 tentang Doa Untuk Snouck Hurgronye.

Uniknya unggahan Achmad Charris Zubair di media sosial dibaca oleh Prof Mitsoa Nakamura yang bermukim di Jepqng. Dia membalas tulisan itu. Dan bila dibaca tulisan itu bernada mengharukan karena seakan menjadi pertemuan dua 'anggota keluarga'. Nakamura membalas dengan memakai bahasa Inggris:

Dear Pak Charis.

Thank you for mentioning my works in your recent facebook message. It's difficult to know what Pak Kahar Muzakkir was actualy thinking abaout Snouck Hurgonje when he offerred doa for him. One thing clear is that regarded Snouck Hurgronje as one is keluarga/Bani members. Many feelling about snouck hurgronje is that Indonesian publickwas (still is) to harsh on him. He was not a spion but scholar/adminstrator. Certainly his knowlegde and uderstanding of Indonesian Islam or Islam in general form of 'adivice' was utilized for conttrol of Muslim community in Indonesia and for the owes political responsibility. But, his academic contribution, especialy, his study on Jawah community in Mecca and 'Actjehnese' history and ethnography has a long-lasting value until today. So he was double faced as scholar/adminstrator , or more exactly, as a Muslim, i.e.a family members of Indonesian Muslim Community, 'triple faced'. We are all like that-kenicaan!. Salam to the Bani Mukmin members and semua handaitaulan kami di Kota Gede! Selamat Idul Fitri 1403 H, Mohon Maaf Lahir Batin.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Mistuo Nakamura & Hisako.

(Pak Charis yang terhormat.

Terima kasih telah menyebutkan karya saya di pesan facebook terbaru Anda. Sulit untuk mengetahui apa yang sebenarnya dipikirkan Pak Kahar Muzakkir tentang Snouck Hurgonje ketika dia menawarkan doa untuknya. Satu hal yang jelas adalah bahwa menganggap Snouck Hurgronje sebagai satu adalah anggota keluarga/Bani.ertBanyak perasaan tentang snouck hurgronje adalah bahwa masyarakat Indonesia (masih) terlalu keras padanya. Dia bukan spion tapi sarjana/administrator. Tentu pengetahuan dan pemahamannya tentang Islam Indonesia atau Islam pada umumnya berupa 'nasehat' digunakan untuk menguasai umat Islam di Indonesia dan untuk tanggung jawab politik. Namun, kontribusi akademisnya, terutama kajiannya tentang komunitas Jawah di Mekkah dan sejarah serta etnografi 'Actjehnese' memiliki nilai yang bertahan lama hingga saat ini., Jadi dia bermuka dua sebagai ulama/administrator, atau lebih tepatnya, sebagai seorang Muslim, yaitu anggota keluarga Komunitas Muslim Indonesia, 'bermuka tiga'. Kita semua seperti itu-kenicaan!. Salam kepada anggota Bani Mukmin dan semua handaitaulan kami di Kota Gede! Selamat Hari Raya Idul Fitri 1403 H, Mohon Maaf Lahir Batin.

Mistuo Nakamura & Hisako)

Sedangkan ketika menyinggung kapan terakhir bertemu dengan sang cucu Snouck Hurgronye yang menjadi salah satu pemain sekaligus manajer tim dari para pemain yang pertama kali membawa Piala Thomas ke Indonesia pada tahun 1958, yakni Eddy Yusuf, Achmad Charris Zubair, mengatakan terakhir bertemu dia di Bandung.

''Saya hanya pernah bertemu sekali di Bandung. Kala itu Pak Eddy Yusuf tinggal di Bogor,'' tegasnya.

Patut diketahui tim Thomas ini selain Eddy Yusuf juga ada pemain lain yakni Tan Joe Hok, Ferry Sonneville, Olich Solihin. Lie Po Djian, Tan King Gwan dan Njoo Kim Bie.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image