Mengingat Peristiwa 9 September 2001: Dari Serangan yang Ditarget Hingga Islamofobia

Sejarah  
Orang-orang berdemonstrasi menentang putusan Mahkamah Agung AS yang menegakkan larangan perjalanan Presiden Trump terhadap orang-orang dari sebagian besar negara Muslim [File: John G Mabanglo/EPA-EFE]
Orang-orang berdemonstrasi menentang putusan Mahkamah Agung AS yang menegakkan larangan perjalanan Presiden Trump terhadap orang-orang dari sebagian besar negara Muslim [File: John G Mabanglo/EPA-EFE]

Bagi Muslim Amerika, konsekuensi pasca 11 September dari Islamofobia berlanjut saat peringatan 21 tahun serangan tersebut secara khidmat diperingati pada hari Minggu.

Menurut statistik FBI, kejahatan kebencian terhadap Muslim di Amerika Serikat meroket segera setelah 11 September 2001, dan masih dalam tren yang meningkat.

“Muslim terus menjadi target kebencian, penindasan, dan diskriminasi sebagai akibat dari stereotip yang diabadikan oleh Islamofobia dan media pada tahun-tahun setelah serangan 9/11,” kata Hussam Ayloush, direktur eksekutif cabang Los Angeles. Dewan Hubungan Amerika-Islam.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

“Dua puluh satu tahun setelah serangan, umat Islam terus menghadapi ancaman kekerasan yang ditargetkan.”

Setelah 11 September, Ayloush mengatakan, ada "badai sempurna dari rakyat Amerika dan pemerintahnya yang membutuhkan 'musuh' bersama".

“Kenyataan yang disayangkan adalah ada orang dan organisasi yang diuntungkan dengan melanggengkan Islamofobia, kefanatikan, dan perang,” katanya.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image